Jika setiap orang melihat dirimu, tidak akan tersirat kata ‘kurang’ diotaknya. Ya, memang begitu nyatanya, kamu terlihat sempurna dimata semua orang. Kamu anak berprestasi, Cantik, dan hal2 membanggakan lainnya terdapat dalam diri kamu. Tapi, tahukah orang-orang itu bahwa kamu menyimpan sesuatu yang sangat berat hingga kamu tak sanggup lagi memikulnya?
“Thanks god, It’s a new day! Let’s start with a new spirit” Itu yang selalu kamu ucapkan setiap pagi setelah bangun tidur, kamu selalu bersyukur akan hari baru yang tuhan berikan untukmu. Mungkin bagi orang lain, hari baru itu biasa saja. Tapi buatmu, seorang gadis 14tahun yang menyidap Emfisema, Penyakit paru-paru yang mengerikan, hari baru adalah anugrah. Sejak 3bulan lalu, kamu diperkirakan oleh dokter bahwa kemungkinan untuk bertahan hidup sudah sangat kecil, kecuali ada keajaiban datang menghampirimu. Memang hidup yang berat untuk seorang gadis yang baru berumur 14tahun. Remaja2 seusiamu biasanya sedang asik2nya menikmati hidup, tapi kamu harus berjuang bertarung dengan sebuah penyakit untuk bertahan hidup, memanfaatkan sisa hidupmu untuk melakukan hal2 yang berguna untuk orang lain. Ya, Memang kadang hidup ini tidak adil untukmu. Kamu selalu berdoa setiap malam, berharap keajaiban datang menghampirimu. Kadang, kamu merasa lelah akan semua ini bahkan kamu pernah meminta dalam doa “Ya tuhan, mengapa engkau tidak ambil saja nyawaku ini? Mengapa engkau terus menyiksa setiap nafas yang aku hembuskan? Sampai kapan aku akan terus tersiksa seperti ini?” tapi setelah kamu berdoa seperti itu, kamu menyesal sendiri. Kamu berbicara pada dirimu sendiri “Hey *namamu* knpa kamu tdk pernah bersyukur? Perjuanganmu gak boleh berakhir disini, kamu harus menjadi sesuatu sebelum nafas terakhirmu berhembus. Kamu harus membuktikan pada semua orang bahwa seseorang yang sakit pun bisa mencapai mimpinya, seenggaknya kamu harus buat kedua orangtua mu tersenyum” walaupun kamu menyidap penyakit mengerikan, kamu punya sebuah mimpi besar. Mimpimu yang pertama yaitu, ingin membuat orang2 disekitarmu bangga padamu, terutama kedua orangtuamu. Yang kedua, kamu sangat ingin menjadi orang yang berguna sebelum kamu menghembuskan nafas terakhir. Yang ketiga, kamu ingin pergi dalam keadaan tenang dan senyum tentram tanpa beban.
-SKIP-
Pukul 6.30 mama kamu memanggilmu “*namamu* ayo sayang berangkat, nanti kamu kesiangan” dengan penuh semangat kamu berlari kebawah. Sarapan, Pake sepatu lalu pamit pada orangtuamu. Orangtua-mu sangat menyayangimu, setiap melihat semangatmu mereka selalu berdoa dalam hati “Kami harap semangat bidadari kecil ini tidak akan pernah padam” Kamu tiba disekolah, Kamu adalah anak yang ramah. Setiap orang yang kamu temui selama perjalanan dari gerbang sekolah sampai ke kelas mu selalu menyapa mu. Tidak ada yang mengetahui tentang penyakit mu kecuali anggota keluarga dan pihak2 tertentu. Dalam 3 bulan terakhir ini, kamu menjadi anak yang pendiam. Setiap orang bertanya kenapa kamu berubah, kamu selalu menjawab dengan senyum sambil berkata “gapapa. Kok kayaknya aneh bgt ya kalo gue jadi pendiem gini?haha. Gue Cuma mau focus aja kok, bentar lg kita UN” hanya itu yang kamu ucapkan, padahal diluar jawaban itu terdapat sebuah jawaban yang sangat mengenaskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar