Minggu, 22 Januari 2012

My Imagine (about Bastian Bintang Simbolon) #PART6

-SKIP-

Di dufan, kamu naik semua wahana. Ini hari yang sangat indah buat mu, hingga kamu lupa akan kesehatan mu, kamu lupa kalo kamu tidak boleh terlalu capek, itu akan sangat berbahaya buat kesehatan mu. Tapi kamu melupakan semua tentang itu karena kamu terlalu senang. Pukul 7 malam kamu diantar babas ke rumah. “*namamu* thanks for today. You make my day feel so wonderful . “ kamu menjawab ”Ya sama sama. You make my day wonderful too. See you tomorrow” kamu lalu masuk rumah, mandi lalu tidur.Pukul 3 dini hari…….Penyakit mu kambuh karena kamu terlalu cape di dufan tadi. Kamu meronta2 dan mama mu datang dan langsung membawamu ke UGD. Setelah diperiksa, dokter mengabarkan berita buruk. Ternyata kerja paru-paru mu semakin lemah karena kamu terlalu capek. Mama mu menangis, dan kamu harus di rawat di rumah sakit sampai keadaan membaik. Pagi itu Bastian nge-bbm kamu berkali2 tapi gak ada jawaban, dia nelfon dan sms kamu tapi tetep juga gak ada jawaban. Bastian khawatir karena kamu gak ada jawaban sama sekali tapi dia gatau mau ngapain. Sementara kamu di rumah sakit sangat menyesal karena kurang memperhatikan kesehatanmu sendiri sehingga berakibat fatal untuk dirimu. Kamu tidak masuk sekolah karena sudah selesai uas dan tinggal menunggu pembagian rapot. Karena kamu makan teratur dan istirahat cukup, sehingga kamu sudah diperbolehkan pulang sama dokter.Pagi ini kamu bangun dengan keadaan senang tapi sekaligus sedih, ini hari terakhir justin di Jakarta. Lalu kamu menelfon babas Kamu: Bas, It’s me *namamu*
Bastian: Hei,Kamu kemana aja? Aku coba hubungi kamu berkali2 kemarin tapi gak ada jawaban
Kamu: Sorry bas, kemarin mama ku minta temenin aku seharian. Dan hp aku ketinggalan di rumah. (Kamu berbohong) Oiya bas, hari ini aku mau ngajak kamu ke suatu tempat. Kita ketemu di taman yang kemarin aja gimana?
Babas: Okay honey. Lalu kamu siap2 dan menuju taman.
-SKIP-
Kamu menyapa Babas “Hey, I miss you so much. Kayak udah sebulan gak ketemu.” Babas ”Miss you too baby. Kamu kenapa? Kok keliatan lebih pucat?” Kamu kaget babas nanya seperti itu sama kamu. Kamu mencoba berbohong ”I’m fine. Mungkin kurang tidur karena kemarin terlalu cape seharian nganterin mama ku” babas percaya saja, sebenernya dia merasa ada sesuatu yang salah dengan mu. Tapi dia mencoba melupakan itu, karena dia pikir itu hanya perasaannya saja. “Oh, kalau begitu nanti kamu harus tidur selama perjalan. Oiya kamu mau ngajak aku kemana?” kamu menjawab ”Aku gak setega itu, membiarkan kamu nyetir sendirian sementara aku tidur. Aku mau mengajakmu ke suatu tempat, tempat favorit ku. Ini kan hari terakhir mu di Jakarta. Aku mau kamu melihat tempat ini sebelum kamu kembali ke Atlanta” Setelah sampai di tempat favorit mu itu, babas sangat mengagumi pemandangannya dan babas juga sangat menyukai tempat itu. Sebenernya kamu sedih hari itu, karena kamu takut itu adalah hari terakhirmu bersama Babas. Mengingat penyakit mu yang sudah sangat akut menakutkan, kamu takut tidak dapat bertemu lagi dengan babas. Diam2, kamu menitikan air mata, lalu babas merangkul mu. Tiba2 tanpa sadar kamu berkata “Aku takut saat kayak gini gak akan datang lagi” Babas kaget mendengar perkataan mu itu “Apa maksud mu? Kita masih punya banyak waktu. Kita akan melewati waktu2 indah bersama lainnya. Percayalah *namamu* kita pasti bisa merasakan hari2 indah ini lagi” kamu menjawab ”Ya semoga saja, aku akan selalu berdoa setiap malam agar bisa terus bersamamu” tapi dalam hati kamu berkata “Kamu gak tau bas, berapa lama lagi aku bisa bertahan sama penyakit ini”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar