-SKIP-
Babas merasa ada yang tidak beres denganmu, selama 2 hari semenjak kamu menelfon dia malam itu, kamu tidak bisa dihubungin oleh babas. Bastian semakin khawatir , dia memutuskan mengunjungi rumahmu tetapi tidak ada siapa2 di rumah itu. Lalu babas pikir kamu sedang di sekolah, dia segera menuju ke sekolah mu. Disana babas bertemu dengan sahabatmu yang bernama shan. Shan menyapa Babas “Hai BastianBagaimana kondisi *namamu*? Saya berharapdia akan semakin baik. Itu terlalu sedih untuk mendengar tentang kondisinya” Babas kaget mendengar kata2 shan “shan, apa yang Anda maksud dengan "Saya berharap dia akanmenjadi lebih baik? 'apa yang salah dengan * namamu *?” shan tidak menyangka kalo Bastian pacar kamu itu belum mengetahui tentang kamu “oh my god. Kau belum tau tentang penyakit *namamu* Saya tidak berpikir bahwa saya akan menjadi orang pertama yang bilang penyakit itu. Pergi mengunjungi rumah sakit Saint Joseph, kamar nomor 4323. Dan Kau akan tahu apa yang terjadi dengan princess mu itu” Babas sangat kaget mendengarnya ”ok, thanks shan”
-SKIP-
Dengan cemas Babas cepat2 mengunjungi saint joseph’s hospital dan menuju kamar 4323, saat di depan kamar babas bertemu dengan mama mu “tante, ada apa dengan *namamu*” mama mu sambil menangis menjawab “maafkan tante babas, *namamu* melarang tante untuk meberitahu ini sama kamu, silahkan kamu temui dia dikamarnya” Babas segera memasuki kamar dimana tempat kamu di rawat, dan Bastian melihat kamu terbaring lemah. Rasanya hati babas sakit sekali, tidak sanggup mempercayainya. “hey shawty” sapa babas. Kamu kaget mendengar suara yang sangat kamu rindukan itu, setelah kamu sadar itu babas betapa kagetnya kamu. “Bastiian?” Bastian menjawab ”Yes I am”. Babas “*namamu*mengapa Kamu tidak mengatakan ke aku tentang hal ini? Sudah hampir 3 tahun kita telah dalam hubungan. Bagaimana kamu bisa menyembunyikan ini dari ku? mengapa? Anda tidak percaya aku atau apa??” kamu menangis mendengar kata2 Bastian, lalu kamu mencoba kuat untuk menjawab “Karena aku mencintaimu, aku tidak akan menyakiti mu. Aku tidak akan mati hanya karena aku. Aku ingin kau menjadi prince yang kuat. kamu tahu ini menyakitkan bagiku, dan aku tidak akan menyakitkan kamu. Aku merasa begitu lelah, Bastian. Kamu orang yang membuatku kuat, Aku benar-benar mencintai mu sampai kapanpun. Jadi, aku tidak akan menyakitimu Bastian. Jadi kali ini aku akan memberitahu Anda apa yang terjadi di Penyakit denganku. Apakah kamu memiliki organ? Tentu saja kamu miliki. Jantung, ginjal, lambung, paru-paru. Lalu, bagaimana tentang paru-paru? Aku yakin kamu memiliki terlalu.Tapi, apakah paru-paru mu bekerja dengan baik? Aku yakin paru-paru Anda bekerja dengan baik. Kamu bisa napas teratur.Tapi aku tidak. Paru-paruku tidak bekerja dengan baik.Apakah kamu tahu emfisema? Penyakit itu merupakan .... penyakit yg mematikan. Bastian silahkan tolong ngerti, aku gapunya maksud ngumpetin sesuatu Dari Kamu. Paru2 aku mengalami penyempitan, jadi Sulit melakukan pertukaran UNTUK Udara.” Dan untuk pertama kalinya kamu melihat Bastian menangis. “Aku sungguh minta maaf shawty. Aku gakbisa jaga kamu baik2 selama ini. Untuk menebus kesalahan aku, aku akan ngerawat kamu sebisa aku. Aku janji, tapi kamu harus kuat ya. Kamu harus terus semangat. Kamu harus selalu jadi *namamu* yang dulu, yang selalu semangat, yang gapernah ada kata nyerah. Kamu mau kan ngelakuin itu?” Kamu terharu ngedenger babas ngomong kayak gitu, kamu menangis karena terharu dan menjawab “I will, Bastian” Lalu babas memelukmu dengan sangat erat.
-SKIP-
Bastian memenuhi janjinya, dia merawat mu dengan baik. Setiap hari dia selalu menyempatkan diri bertemu kamu. babas selalu mengajakmu mengunjungi tempat2 yang indah. Hari demi hari kamu lewati dengan bastian, kamu merasa sangat bersyukur. Keadaan mu semakin membaik, kamu sudah mulai bisa banyak beraktifitas, tapi Bastian tidak pernah lupa untuk mengingatkan mu untul mengontrol diri. setiap malam kamu selalu berdoa dan bersyukur kepada tuhan “Yatuhan, terima kasih engkau telah meberikan aku hidup yang sangat indah ini. Bastian, orang yang selama ini aku kagumi, sekarang dia bisa berada hampir setiap saat disampingku. Kalau saya boleh meminta, hamba hanya mempunyai satu permintaan, mohon berikan hamba kesempatan hidup, tolong angkat penyakit2 ini dari tumbuh saya ya tuhan. Tapi jika penyakit2 ini adalah jalan terbaik untuk saya, maka jangan biarkan orang2 yang saya tinggalkan sedih akan kepergiaan hamba, amin ya tuhan” selalu terselip doa seperti itu setiap malam sebelum kamu tidur.Tidak terasa, sudah 6 bulan babas merawatmu. Saat2 menegangkanpun kembali terjadi, saatnya kamu control ke rumah sakit, orangtua mu dan Bastian mengantarmu ke rumah sakit, selama kamu mejalani pemeriksaan, mereka hanya terus berdoa, berdoa dan berdoa semoga ada kebaikan yang terjadi dalam diri kamu.Begitu melihat dokter yang memeriksamu keluar dari ruangan, mereka buru2 menghampiri dokter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar